Rabu, 26 Desember 2012

Ultras InterMilan

Curva Nord 69 menjadi salah satu kelompok suporter yang paling disegani di Italia. Bukan hanya dari tindakan anarkis mereka di lapangan, tapi juga dari sisi positif. Sudah 43 tahun sejak tahun 1969 mereka mengabdikan dirinya untuk menyemangati INTER setiap kali bertanding. Jelas dengan usia setua itu, pengaruh mereka pun cukup kental. Bahkan, mantan kapten AC Milan, Paolo Maldini pun sempat mengakui loyalitas pendukung setia rivalnya itu. “Selama ini mereka memang kerap membuat kami khawatir di lapangan, namun saya mengakui loyalitas mereka,” kata dia.
Curva Nord 69 bukan hanya di dominasi satu kelompok tifosi saja. INTER memiliki beberapa kelompok Ultras yg selalu setia mendampinginya disetiap laga. Salah satunya Boys S.A.N (Squadre d'Azione Nerazzurre), ada juga Ultras Inter, Viking Inter, Brianza Alcoolica, Irriducibili dan beberapa kelompok minor lain. Mereka inilah yang selalu menyemangati I Nerazzurri.

LA Curva Nord 69 Milano

1. Boys S.A.N (Squadre d'Azione Nerazzurre)
Kelompok tertua di Curva Nord 69

Berdiri pada tahun 1969, hanya selang setahun stelah Fossa dei Leoni pertama kali muncul. Boys diambil dari nama anak nakal disebuah komik bernama serupa. Di era 80-an Boys S.A.N kian ditakuti sebagai kelompok yang kerap membuat ulah. Namun,sejak awal 90-an Boys S.A.N meminimalisir aksi anarkis dan lebih fokus mengekspresikan fanatisme melalui berbagai koreografi di stadion.

Sekadar informasi, Boys S.A.N terbentuk karena meneruskan ide pelatih INTER ketika itu Helenio Herrera yang menginginkan terbentuknya sebuah kelompok suporter yg terorganisir dengan rapi.

2. Ultras Inter (Forever Ultras)

Di Curva Nord, Ultras menjadi yg tertua kedua stelah Boys S.A.N. Mereka berdiri sejak tahun 1975 dengan nama "Forever Ultras" sbelum diganti pd tahun 1995. Pelopornya adalah dua pemuda bernama Luciano dan Curzio,yg pertama kali memunculkan spanduk bertuliskan Forever Ultras di Curva Nord, tepat berdampingan dengan Boys S.A.N. Sejak 1997, Ivan Renato menjadi sutradara Ultras setelah meneruskan era kepemimpinan sebelumnya.

3. Viking Inter

Kelompok ketiga di Curva Nord ini terbentuk pd tahun 1984. Viking jg dikenal sbagai salah satu pendukung beraliran sayap kanan paling loyal di Italia. Sayangnya mereka kerap bersikap rasis. Kebetulan,Viking memang berhubungan sangat dekat dgn Blood and Honour Varese (kelompok suporter yg menolak anti rasisme di sepak bola). Viking pun menjadi sangat menonjol di Curva Nord dengan identitas bendera paling besar di antara suporter Ultras INTER lainnya.

4. Brianza Alcoolica

Brianza Alcoolica (semangat Brianza) memang baru resmi didirikan pada November 1985. Namun,berbagai spanduk bertuliskan nama kelompok mereka sudah muncul beberapa tahun sebelumnya di Madrid,Spanyol. Dipelopori oleh beberapa org yang merasa tidak cocok dengan segala kekerasan Curva Nord, Brianza Alcoolica memisahkan diri dengan idealisme mereka untuk menciptakan hiburan di stadion. Mungkin karena itu pula Brianza Alcoolica menjadi kelompok dgn jumlah suporter paling sedikit diantara lima lainnya.

5. Irridubicili

IRRIDUCIBILI INTER
Irridubicili menjadi kelompok paling kontroversial di antara Ultras INTER lainnya. Berdiri sejak tahun 1988, kelompok ini juga dikenal dgn nama "Skins" langsung membuat kericuhan dgn menyerang setiap pendukung lawan yg datang ke Giuseppe Meazza. Ciri khas Irridubicili adalah maskot seekor anjing hitam sebagai lambang kejahatan atau keonaran bernama Muttley. Dengan slogan "Non basta essere Bravi bisogna essere I migliori" yg berarti (Untuk menjadi yg terbaik,tidak cukup dgn bersikap baik),jadi,tidak heran jika Irridubicili kerap berbuat onar di stadion. Bahkan mereka dengan terang-terangan mengaku setiap mendukung INTER, tak akan pernah lepas dari minuman beralkohol.

6. Milano Nerazzurra

Kelompok ini memang lebih kecil dibanding Boys SAN atau lainnya. Namun,mereka justru mampu tampil dgn warna-warna mencolok melalui koreografinya di sisi kiri Curva Nord. Milano Nerazzurra jg mendapat julukan "Potere Nerazzurro" atau Si Hitam Biru yg Kuat. Sejak berdiri sekitar akhir 80-an, Milano Nerazzurri memang telah menyatakan ketidakcocokannya dengan saudara tua mereka Boys SAN. Tak heran jika letak kedua kelompok ini berjauhan,yg satu di sisi kiri dan yg satunya di sisi kanan.

7. Boys Sez Roma

Meski Boy Sez Roma lahir dari sekelompok laki-laki yg berasal dr Kota Roma, mereka justru merupakan pendukung fanatik INTER. Sejak awal berdiri pd 1979 lalu,kelompok ini memang membatasi anggotanya di usia 18-30 tahun dan tentunya dgn satu tujuan mendukung INTER. Boy Sez Roma mengambil posisi di sisi kanan Curva Nord dan berhubungan sangat dekat dengan Boys S.A.N.

Siamo L'armata Nerazzurra
FORZA INTER
-MIC-



sumber: internazionale milan fc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar